Manusia Terpendek Di Dunia Akhirnya Menikah

Manusia Terpendek Di Dunia Akhirnya Menikah

Posted on

Klik Gaul – Permikahan adalah moment yang sangat dinantikan dan sangat didambakan. Semua manusia menjalin hubungan pastinya akan menuju sebuah pernikahan. Sama hal nya yang kami sajikan manusia terpendek di dunia akhirnya menikah ulasan yang kami sajikan dari vamaledotcom

Dengan kombinasi tinggi badan keduanya yang hanya 181.41 cm, mereka dinyatakan jadi pasangan suami istri terkecil dan terpendek di dunia. Pasangan ini bertemu pertama kali secara online sepuluh tahun yang lalu.

Seperti yang terlihat pada foto, mereka berdua terlahir memiliki tubuh kerdil. Meski begitu keduanya menjalani hidup seperti orang normal lainnya, bekerja dan jatuh cinta. Paulo bekerja sebagai sekretaris dan Katyucia sebagai ahli kecantikan.photo copyright by Guinness World Records

Mereka tak pernah menyangka akan menikah, karena pada awal mereka berkenalan, Katyucia menganggap Paulo menjengkelkan karena suka berbicara manis dan merayu. Paulo sendiri tahu bahwa Katyucia awalnya tak menyukainya, tapi ia mengaku hanya ingin bersikap baik.

Namun tampaknya itu hanya kesan pertama yang hanya bertahan sebentar, karena buktinya mereka cocok dan akhirnya memutuskan untuk mengikat tali pernikahan. Mereka sadar bahwa mereka termasuk pasangan suami-istri yang “berbeda” dari kebanyakan pasangan. Namun mereka mengatakan bahwa hanya tinggi badanlah yang membedakan.

photo copyright by Guinness World Records
Saat upacara pernikahan pun, janji yang mereka sebutkan mengandung pesan yang bagus. “Kami harap rekor yang kami raih hari ini mampu membuat dunia melihat secara terbuka dan memahami tentang perbedaan secara fisik dan memperlakukan semua orang dengan cara yang sama.”

copyright by Barcroft
Seperti kata mereka, cinta mereka sama seperti cinta orang-orang kebanyakan, yang membedakan hanya tinggi tubuh saja. Tak ada yang aneh dengan hal ini, dan justru karena perbedaan yang mereka miliki lah, mereka menjadi contoh bahwa kekurangan fisik bukan jadi hal yang perlu diperdebatkan. Karena seharusnya setiap orang mampu menerima setiap kekurangan, baik pada dirinya sendiri maupun pada orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *